Senin, 03 Oktober 2011

perbedaan SSD dan HDD



Solid State Drive (SSD) merupakan perkembangan teknologi dari media penyimpanan yang selama ini kita kenal dengan sebutan Harddisk Drive (HDD atau HD), SSD memeberikan peningkatan kinerja pada performa Input Output I/O, dimana konvensional HDD menggunakan piringan (platter) yang berputar dan sebuah head untuk membaca data pada piringan yang tentunya membuat HDD akan memiliki delay dalam melakukan proses tulis baca data, jadi apakah SSD merupakan solusi penyimpanan data masa depan?

Setiap produk akan memiliki pro dan kontra dimana sebuah keunggulan performa lebih di utamakan meski ada yang lebih mementingkan reliable dengan mengorbankan performa, SSD memiliki kemampuan dalam kecepatan baca tulis yang luar biasa dimana tidak adanya piringan yang berputar ataupun alat pembaca yang harus diposisikan seperti layaknya HDD, namun semua itu harus dibayar mahal dengan patokan harga yang tinggi di pasaran untuk sebuah flash SSD.

Berbeda dengan SSD, HDD masih memiliki beberapa keuntungan selain dari kompatibilitas dengan hardware yang masih menggunakan teknologi lama (IDE misalnya) juga dilihat dari segi harga barang yang relatif lebih murah jika di bandingkan dengan SSD, dengan harga dibawah 1jt kita masih bisa mendapatkan HDD dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 500GB saat ini.

Faktanya HDD yang digunakan dalam penyimpanan data kritikal harus mengalami test yang berkelanjutan untuk mengetahui ketahanan dan reliabilitas penyimpanan sebelum akhirnya di pasarkan kepada konsumen, dan perusahaan besar cenderung menghindari dari penggunaan SSD dan masih memilih HDD sebagai penyimpan data mereka, hal ini sangat kontras dengan SDD dimana reliabilitas dalam penggunaan jangka panjang masih di pertanyakan.

Jadi apakah sudah saatnya kita upgrade media penyimpanan kita?

0 komentar:

Posting Komentar